NERACA LAJUR
Laporan Posisi Keuangan (balance sheet atau statement
of financial position) atau yang biasa dikenal sebagai NERACA adalah suatu bagian dari
laporan keuangan suatu perusahaan atau entitas bisnis yang dihasilkan dalam
suatu periode akuntansi dimana menunjukkan posisi atas keuangan perusahaan atau
entitas bisnis tersebut pada akhir periode akuntansi tersebut yang bisa menjadi
dasar dalam menghasilkan keputusan bisnis.
Informasi yang bisa disajikan didalam neraca
diantaranya posisi atas sumber kekayaan perusahaan atau entitas dan sumber dari
pembiayaan untuk mendapatkan/memperoleh kekayaan perusahaan tersebut didalam
suatu periode akuntansi. baik itu 3 bulan, 4 bulan atau tahunan.
Pernyataan Standar Akutansi Keuangan
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) menyatakan bahwa dalam
neraca harus disebutkan
Entitas bisnis menyajikan aktiva lancar terpisah dari
aktiva tidak lancar dan hutang (kewajiban) jangka pendek terpisah dari hutang
(kewajiban) jangka panjang terkecuali pada indistri atau jenis usaha tertentu
yang diatur dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan khusus. Aktiva lancar
disajikan dengan menurut pada urutan likuiditas (kelancaran) dan sedangkan
utang atau kewajiban disajikan berdasarkan urutan jatuh tempo
Entitas binsis wajib mengungkapkan informasi nominal
jumlah tiap aktiva yang akan diterima serta utang (kewajiban) yang dibayar
sebelum dan sesudah 1 tahun (12 bulan) dari tanggal neraca.
Jika perusahaan (entitas bisnis) meyediakan barang dan
jasa didalam siklus operasional perusahaan yang bisa diidentifikasikan dengan
jelas, maka klasifikasi aktiva lancar dan tidak lancar serta utang jangka
pendek dan utang jangka panjang dalam sebuah neraca memberi informasi yang
bermanfaat dgn membedakan aktiva bersih sebagai modal kerja dengan aktiva yang
digunakan untuk operasi perusahaan jangka panjang
Bentuk Neraca dalam laporan keuangan perusahaan
umumnya lebih sering menggunakan bentuk yang memanjang kebawah, walau tak
jarang pula yang menggunakan bentuk neraca keuangan kesamping, kesemuanya boleh
boleh saja diterapkan dalam neraca. Dalam penerapan bentuk suatu neraca
keuangan hendaknya disesuaikan bentuknya dengan jumlah pos akun yang digunakan
oleh prusahaan. bentuk neraca yang memancang ke bawah lebih efektif untuk
digunakan apabila akun dalam perusahaan tersebut banyak.
Bentuk Neraca keuangan yang memanjang ke bawah ini
biasa disebut dengan istilah bentuk Stafel. Perusahaan besar yang memiliki pos
atau akun yang banyak seringkali menggunakan bentuk ini. dan bentuk neraca yang
menyamping disebut juga dengan Bentuk Skontro. bentuk neraca model ini akan
dengan mudah untuk diterapkan apabila akun dan juga nilai yang ada pada
perusahaan jumlahnya sedikit.
Berikut saya berikan salah satu contoh Neraca yang
sederhana:
Neraca Model Skontro
NERACA PT ALI
Per 31 Desember 2015
Aktiva Kewajiban
dan Ekuitas
Kas Rp xxx kewajiban
Piutang
Rp xxx Utang
Jangka Pendek Rp xxx
Persediaan
Rp xxx Utang Jangka Panjang Rp xxx
Total Aset Lancar Rp
xxx Total
Kewajiban Rp xxx
Aktiva Tetap Ekuitas
Tanah Rp xxx Modal
Rp xxx
Bangunan Rp xxx Laba
Ditahan Rp xxx
Total Aset Tetap Rp xxx
Total
Equitas Rp xxx
TOTAL AKTIVA
Rp xxx TOTAL
PASIVA Rp xxx
Neraca Model Stafel
NERACA PT ALI
Per 31 Desember 2015
Harta
Kas Rp
xxx
Piutang Rp
xxx
Persediaan Rp
xxx
Total Aset
Lancar
Rp xxx
Aktiva Tetap
Tanah
Rp xxx
Bangunan Rp xxx
Total Aset
Tetap Rp xxx
Total Harta Rp xxx
Kewajiban dan Ekuitas
kewajiban
Utang Jangka Pendek Rp xxx
Utang Jangka
Panjang Rp xxx
Total
Kewajiban Rp
xxx
Ekuitas
Modal Rp xxx
Laba Ditahan Rp xxx
Total Ekuitas Rp
xxx
Total Kewajiban dan Ekuitas Rp
xxx
Tentu contoh diatas hanyalah contoh laporan neraca
yang sangat sederhanya, nyatanya masih banyak detail detail lain yang ada dalam
neraca. namun setidaknya contoh diatas sudah menggambarkan secara umum tentang
pengertian neraca dan bentuk contoh neraca keuangan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar