Minggu, 19 Juni 2016

Memproses Buku Besar

BUKU BESAR
Pengertian, manfaat dan bentuk buku besar dalam akuntansi
Buku besar dalam ilmu akuntansi diartikan sebagai sebuah buku yang memuat kumpulan akun atau kumpulan rekening yang sumbernya dari seluruh bukti transaksi keuangan yang sudah tercatat dalam buku jurnal baik jurnal umum maupun jurnal khusus. Sebagaimana yang tercantum dalam pengertian diatas kita dapat ambil poin penting diantaranya bahwa input buku besar adalah akun-akun yang telah dicatat dalam jurnal umum (jika dalam perusahaan jasa) atau jurnal khusus (jika dalam perusahaan dagang). Poin yang kedua bahwa dalam buku besar isinya adalah nama-nama akun beserta saldonya yang terdapat diperusahaan tersebut. Poin yang ketiga bahwa buku besar dapat disusun setelah jurnal umum atau jurnal khusus disusun, hal ini karena sumber penyusunan buku besar adalah jurnal. Nahh kiranya dengan penjabaran ketiga poin diatas anda dapat mengerti tentang apa itu buku besar, sekarang kita bahas manfaat penyusunan buku besar.
Sebenarnya apa manfaat buku besar? Mengapa buku besar harus disusun?.. inilah yang akan diuraikan. Buku besar memiliki beberapa manfaat diantaranya adalah: Buku besar dapat mempermudah dalam pemberian informasi kepada pihak tertentu misalnya pimpinan perusahaan. Contohnya ketika pemimpin perusahaan bertanya berapa saldo kas sekarang? Maka karyawan dapat menjawabnya dengan pasti setelah melihat buku besar. Kegunaan buku besar yang lainnya adalah menjadi sumber penyusunan neraca saldo pada periode tertentu. Setelah mengetahui pengertian dan manfaat buku besar maka selanjutnya perlu juga mengetahui format buku besar, silahkan lihat uraian berikut ini.
1. Buku Besar Umum (G eneral Ledger): Buku Besar Umum sering disebut juga buku besar induk , yaitu semua perkiraan yang ada dalam suatu periode tertentu seperti kas, piutang usaha, persediaan utang usaha dan modal. Perkiraan-perkiraan ini saling berdiri sendiri dan berfungsi mengikhtisarkan pengaruh transaksi terhadap perubahan aktiva, kewajiban dan modal perusahaan. Sistem Buku Besar Umum menampilkan proses transaksi untuk Buku Besar Umum dan Siklus Pelaporan Keuangan.
1. Mencatat semua transaksi akuntansi secara akurat dan benar.
2. Memposting transaksi-transaksi ke akun yang tepat.
3. Menjaga keseimbangan debet dan kredit pada akun.
4. Mengakomodasi entry jurnal penyesuaian yang dibutuhkan.
5. Menghasilkan laporan keuangan yang dapat dipercaya dan tepat waktu untuk setiap periode akuntansi
1. Mengumpulkan data transaksi
2. Mengklasifikasikan dan mengkodekan data transaksi dan akun
3. Memvalidasi transaksi yang terkumpul
4. Meng- update-kan Akun Buku Besar Umum dan File Transaksi
5. Mencatatkan penyesuaian terhadap Akun
6. Mempersiapkan Laporan Keuangan
2. Buku Besar Pembantu ( Subsidiary Ledger): sering disebut juga buku tambahan, yaitu sekelompok rekening yang khusus mencatat perincian piutang usaha dan utang usaha yang berfungsi member informasi yang lebih mendetail. Pada umumnya, Pembuatan Buku Pembantu adalah untuk pengendalian akuntansi yang banyak elemennya, seperti Hutang, Piutang, dan Persediaan.
a. Buku Besar Pembantu Piutang Usaha sering disebut juga buku piutang yang disediakan khusus untuk merinci langganan kredit, kepada siapa sajakah perusahaan melakukan transaksi penjualan kredit, dimanakah alamatnya dan berapakah jumlahnya. Dalam buku piutang, keadaan tagihan kepada tiap langganan dicatat dalam daftar-daftar tersendiri. Perubahan piutang dagang secara keseluruhan dicatat pada perkiraan piutang dagang di buku besar umum, sebagai perkiraan induk. Sedangkan perubahan kepada masing-masing langganan dicatat pada perkiraan masing-masing dalam perkiraan buku besar pembantu piutang.
b. Buku Besar Pembantu Utang sering disebut juga buku utang. Buku ini disediakan khusus untuk mencatat masing-masing pemasok secara terperinci yang banyaknya ditentukan oleh banyaknya pemasok yang memberikan pinjaman kredit, baik berupa barang dagangan maupun aktiva lainnya. Seperti halnya dalam buku piutang, dalam buku utangpun keadaan utang pada setiap pemasok dicatat dalam daftar-daftar tersendiri. Perubahan utang secara keseluruhan dicatat pada perkiraan utang dagang dalam buku besar umum. Sedangkan perubahan kepada masing-masing pemasok, dicatat pada perkiraan masing-masing dalam buku besar pembantu.
1. Memudahkan penyusunan laporan keuangan, karena buku besar umum terdiri dari akun-akun yang jumlahnya lebih sedikit. Hal ini juga akan mengurangi kesalahan-kesalahan dalam buku besar umum.
2. Ketelitian dalam pembukuan dapat diuji dengan membanding-kan saldo dalam akun buku besar umum dengan jumlah saldo-saldo dalam buku pembantu.
3. Dapat diadakan pembagian tugas dalam pengrjaan akuntansi.
4, Memungkinkan pumbukuan harian dari bukti-bukti pendukung transaksi kedalam buku pembantu.
5. Bisa segera diketahui jumlah macam-macam elemen
Buku besar itu seperti apa? Apakah buku yang ukurannya besar?... mungkin inilah pertanyaan bagi anda yang baru memahami mata pelajaran akuntansi. Sebagaimana yang diuraikan dalam pengertian buku besar diatas bahwa buku besar itu buku yang berisi akun-akun beserta total saldonya, jadi dalam buku besar dalam lembar demi lembarnya berisi akun-akun yang dimiliki perusahaan beserta saldo totalnya. Nah untuk lebih jelasnya silahkan lihat jenis format buku besar berikut ini:
Bentuk Buku Besar yang biasa digunakan adalah :
1. Bentuk T (T account ) Bentuk buku besar ini adalah yang paling sederhana dan hanya berbentuk seperti huruf T besar. Sebelah kiri menunjukan sisi Debet dan sebelah kanan menunjukan sisi Kredit. Nama akun diletakan di kiri atas dan kode akun diletakan di kanan atas. Contoh buku besar bentuk T :
Nama Akun : Kas
Kode : 101
2.Bentuk Skontro; Buku besar bentuk skontro biasa disebut bentuk dua kolom. Skontro artinyasebelah menyebelah(dibagi dua) yaitu sebelah debet dan sebelah kredit. Contoh buku besar skontro :
Nama Akun : Utang Usaha
Kode : 201
Tanggal Keterangan Ref Debet Tanggal Keterangan Ref Kredit
3. Bentuk staffle ( berkolom saldo tunggal)
Bentuk ini digunakan jika diperlukan penjelasan dari transaksi yang realtif banyak. contohnya dibawah ini :
4. Bentuk Staffle berkolom saldo rangkap
Bentuk ini hamper sama dengan bentuk kolom saldo tunggal. Hanya perbedaannya kolom saldo dibagi dua kolom yaitu kolom debet dan kolom kredit, contohnya di bawah ini :
Keterangan:
1. Diisi tanggal transaksi secara kronologis
2. Diisi penjelasan transaksi
3. Diisi sumber posting dan halaman jurnal
4. Diisi jumlah uang yang didebet
5. Diisi jumlah uang yang dikredit
6. Dan 7 Diisi saldo uang yang didebet ataupun dikredit
Pencatatan ke dalam Buku Besar (Posting)
Pencatatan saldo awal dari data neraca awal (jika perusahaan sudah berdiri sebelum periode bersangkutan). Rekening yang ada di sisi debet neraca dicatat sebagai saldo debet dan rekening yang di sisi kredit neraca dicatat sebagai saldo kredit. Pencatatan tanggal terjadinya transaksi yang diambilkan dari tanggal transaksi pada jurnal, ke kolom tanggal rekening buku besar yang bersangkutan .
Pencatatan keterangan yang diambilkan dari keterangan/uraian dari jurnal ke kolom keterangan pada rekening buku besar yang bersangkutan.
Pencatatan jumlah debet dalam jurnal ke kolom debet rekening yang bersangkutan, dan mencatat jumlah kredit dalam jurnal ke kolom kredit rekening yang bersangkutan.
Pencatatan nomor halaman jurnal ke kolom referensi (Ref) rekening buku besar yang bersangkutan
Jika rekening dalam jurnal sudah dibukukan ke dalam rekening buku besar, di kolom referensi jurnal dicatat nomor kode rekening yang bersangkutan.
Jika digunakan rekening yang berbentuk tiga kolom atau empat kolom, carilah saldonya dengan cara membandingkan antara jumlah saldo dengan pencatatan transaksi tersebut. Pencatatan debet akan menambah saldo debet atau mengurangi saldo kredit, sedangkan pencatatan kredit akan mengurangi saldo debet atau menambah saldo kredit.
Sebagai contoh pada tanggal 1 Juli 2006 cleaning service Khrisna menerima uang tunai sebesar Rp 30.000.000,00 sebagai setoran investasi Khrisna dalam perusahaannya.
Transaksi tersebut dicatat dalam jurnal umum sebagai berikut :
Pengkodean kolom Reff dalam Buku Besar diambilkan dari Buku Jurnal pada saat transaksi dipindahkan ke Buku Besar, atau dengan kata lain bahwa pemberian kode di buku besar dilakukan saat posting dilakukan. Misalnya dalam kolom referensi (Ref) Buku Jurnal ditulis nomor 111 dan 311. Artinya data yang bersangkutan sudah dipindahkan ke dalam buku besar akun nomor 111 dan 311. Dalam buku besar akun yang di debit (Kas) dalam kolom referens ditulis JU-1 artinya data yang bersangkutan diposting dari Jurnal Umum halaman. Demikian pula untuk akun yang di kredit.
Kolom Tanggal
Dipakai untuk menulis atau mengetik tanggal terjadinya transaksi (Tanggal transaksi berdasarkan yang ada pada jurnal umum atau berdasarkan periodik pempostingan jika pada jurnal khusus biasanya akhir bulan)
Kolom Keterangan
Dipakai untuk menjelaskan alasan bertambah atau berkurangnya saldo akun tersebut jika pada jurnal umum sedangkan jika pada jurnal khusus untuk mencatat nama jurnal yang diposting misal jurnal penjualan dsb.
Kolom Referensi
Dipakai untuk menulis nomor halaman jurnal yang telah diposting ke buku besar yang bersangkutan.
Kolom Debet Maupun kredit

Dipakai untuk menulis saldo yang akan menambah atau mengurangi nilai rekening yang bersangkutan. Pengisian kolom debit atau kredit harus sesuai dengan jurnal, Jika pada buku jurnal dicatat di kolom debet maka pada buku besar juga dicatat dikolom debet begitu juga sebaliknya.

Jurnal Umum

JURNAL UMUM

Siklus akuntasi, dalam pembahasan tersebut Jurnal umum adalah bagian tak terpisahkan dari siklus akuntansi yang tergolong dalam tahap pencatatan. Selengkapnya tentang jurnal umum silahkan simak penjelasan berikut ini:
Pengertian Jurnal Umum dalam Ilmu Akuntansi
Jurnal umum adalah sebuah jurnal yang dipergunakan untuk tempat melakukan pencatatan segala jenis bukti transaksi keuangan yang muncul akibat terjadinya berbagai transaksi keuangan perusahaan dalam suatu periode akuntansi tertentu. Jurnal umum menjadi buku harian dalam sebuah perusahaan yang berisi catatan segala transaksi yang terjadi selama periode berjalan.
Pada umumnya jurnal umum familiar dipergunakan dalam akuntansi perusahaan jasa karena pada prinsipnya segala transaksi dalam perusahaan jasa dapat dicatat secara kronologis ke dalam jurnal umum saja, sedangkan pada akuntansi perusahaan dagang lebih efektif menggunakan jurnal khusus dalam mencatat bukti transaksi yang timbul dari transaksi keuangan yang dilakukannya, meski demikian penggunaan jurnal umum juga diperlukan untuk mencatat bukti transaksi dari transaksi yang tidak bisa dicatat dalam jurnal khusus
Perusahaan jasa melakukan pencatatan bukti transaksi keuangan yang muncul dari transaksi keuangan yang dilakukannya ke dalam buku jurnal umum dengan tujuan untuk melakukan pengidentifikasian, melakukan penilaian, dan melakukan pencatatan pengaruh ekonomi yang ditimbulkan dari berbagai jenis transaksi keuangan yang terjadi terhadap keuangan perusahaan secara kronologis untuk memudahkan proses posting atau pemindahan ke dalam suatu akun tertentu. Agar lebih dekat dalam mengenal jurnal umum lihatlah format jurnal umum berikut ini:
Keterangan :
Dalam format jurnal umum di atas terlihat ada 6 kolom, yaitu kolom tangga, kolom nomor bukti, kolom rekening atau keterangan, kolom referensi (ref), kolom debit dan kolom kredit.
Kolom tanggal diisi dengan waktu terjadinya transaksi keuangan, dalam menulis tanggal harus secara urut sesuai dengan terjadinya transaksi. Kolom No bukti, diisi dengan memasukan no bukti dari bukti transaksi keuangan yang diperoleh atas transaksi yang dilakukan perusahaan. Kolom rekening atau keterangan atau bisa juga di tulis kolom nama akun, dapat diisi dengan nama dari akun atau rekening yang terkait dengan transaksi yang terjadi. KolomRerensi dalam jurnal umum, diisi dengan menuliskan nomor akun atau kode akun yang sesuai dengan nama akun pada kolom keterangan atau kolom nama akun, kolom ref ini hanya boleh diisi jika telah dilakukan proses posting ke buku besar , jadi jika belum diposting ke buku besar biarkan saja kosong. Kolom Debit diisi dengan jumlah saldo dari akun yang di debit sedangkan kolom kredit diisi dengan jumlah saldo dari akun yang di kredit
Fungsi Jurnal Umum dalam Akuntanssi
Jurnal umum dalam siklus akuntansi memiliki 5 buah fungsi penting untuk sebuah perusahaan jasa , adapun kelima fungsi tersebut adalah sebagai berikut
·         Fungsi Pertama yaitu Fungsi Analisis
Funsi analisis maksudnya adalah bahwa jurnal umum memiliki fungsi untuk melakukan penentuan terhadap sebuah akun dan saldonya yang harus di debit atau harus dikredit
·         Fungsi Kedua yaitu Fungsi Pencatatan
Fungsi Pencatatan maksudnya adalah bahwa jurnal umum berguna untuk melakukan pencatatan segala pengaruh yang ditimbulkan oleh transaksi keuangan yang dilakukan perusahaan sesuai dengan bukti transaksi keuangan yang ada.
·         Fungsi ketiga yaitu Fungsi Historis
Fungsi Historis maksudnya bahwa jurnal umum dalam melakukan pencatatan dilakukan secara sistematis atau kronologis berdasarkan urutan terjadinya transaksi
·         Fungsi Keempat yaitu Fungsi Instruktif
Fungsi instruktif maksudnya bahwa jurnal umum berfungsi memberikan perintah atau petunjuk dalam proses pempostingan ke buku besar
·         Fungsi kelima yaitu Fungsi Informatif
Fungsi Informatif maksudnya bahwa jurnal umum berperan dalam memberikan informasi untuk melakukan pencatatan bukti transaksi keuangan yang ada.
Prinsip Dasar Pembuatan Jurnal Umum
Dalam membuat jurnal umum harus berpedoman pada 5 langkah, adapun kelima langkah itu adalah sebagai berikut :
1) Melakukan pengidentifikasian Bukti Transaksi keuangan yang muncul dari transasksi keuangan yang dilakukan perusahaan, adapun contoh dari bukti transaksi keuangan antara lain , Faktur, Memo, Kuitansi, dll
2) Menentukan akun apa saja yang terpengaruh dengan transaksi yang terjadi dan menggolongkannya dalam jenisnya apakah jenis Harta, atau Hutang, ataukah Modal dsb
3) Menetapkan Penambahan atau pengurangan terhadap akun yang terkait dengan transaksi, akibat dari transaksi yang dilakukannya
4) Menetapkan untuk mendebit ataukah harus mengkredit akun yang terkait dengan transaksi yang terjadi. jika anda masih binggung cara menentukan debit-kredit suatu akun, silahkan simak tips mudah menentukan debet dan kredit dan baca juga tips menguasai saldo normal akun dengan jari tangan
5) Mencatat transaksi kedalam jurnal umum sesuai dengan bukti transaksi yang ditimbulkannya.
Perbedaan Jurnal Umum dan Jurnal Khusus
Laporan keuangan perusahaan harus disusun dengan baik agar dapat digunakan untuk melihat kemajuan atau kemunduran bisnis. Sehingga dengan melihat data accounting, maka dapat diambil keputusan yang tepat. Perbedaan antara jurnal umum dengan jurnal khusus kiranya dapat difahami oleh para pembaca semua.
Jurnal Umum
Pengertian jurnal umum adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat seluruh transaksi perusahaan berdasarkan urutan waktu kejadian. Terdapat 2 jalur dalam penulisan jurnal yaitu debet dan kredit, sehingga diketahui riwayat kejadian keluar masuknya uang. Jurnal umum digunakan oleh semua jenis perusahaan mulai dari jenis usaha perorangan hingga perusahaan besar kelas dunia. Jurnal umum bersumber dari bukti transaksi yang diterima atau diterbitkan oleh perusahaan.
Jurnal Khusus
Pengertian jurnal khusus adalah jurnal yang digunakan untuk membantu pencatatan jurnal umum dimana transaksi yang akan diproses sering terjadi, lebih lengkap, dan berulang-ulang. Pada umumnya jurnal khusus dipakai oleh perusahaan dagang dan manufaktur. Karena jika hanya menggunakan jurnal umum saja maka perusahaan akan kebingungan untuk identifikasi jumlah transaksi sejenis (contohnya transaksi penjualan dan pembelian) atau untuk melihat transaksi dengan intensitas tinggi.
Perbedaan Jurnal Umum dan Jurnal Khusus
Fungsi jurnal umum adalah untuk digunakan mencatat semua transaksi, sedangkan fungsi jurnal khusus adalah hanya untuk digunakan mencatat transaksi sejenis dan sering terjadi. Tanggal posting jurnal umum adalah tanggal transaksi, sedangkan tanggal posting jurnal khusus adalah tanggal akhir bulan, bulan yang bersangkutan.
Posting jurnal umum dilakukan setiap terjadi transaksi, sedangkan posting jurnal khusus dilakukan secara periodik, umumnya dilakukan setiap akhir bulan. Bentuk jurnal umum terdiri dari dua kolom saja yaitu kolom debit dan kredit, sedangkan bentuk jurnal khusus terdiri dari banyak kolom sesuai keperluan perusahaan.
Jurnal umum digunakan oleh perusahaan dagang kecil dan jasa, dimana transaksi yang dilakukan tidak begitu banyak. Jurnal khusus digunakan oleh perusahaan besar yang memiliki transaksi yang sejenis dengan intensitas yang banyak atau berulang-ulang, sehingga memerlukan teknik pencatatan secara khusus.
Perbedaan lainnya ialah pada jurnal umum hanya terdapat satu jenis, sedangkan jurnal khusus ada banyak jenis seperti jurnal pembelian, jurnal pengeluaran kas, jurnal penjualan, jurnal penerimaan kas, dan jurnal

Kesimpulan
Pengertian Jurnal Umum secara singkat adalah jurnal yang berfungsi untuk mencatat segala pengarus yang ditimbulkan oleh transaksi keuangan yang dilakukan perusahaan berdasarkan bukti transaksi keuangan yang ada. Perusahaan harus membuat jurnal umum dalam proses akuntansinya karena jurnal umum memiliki 5 fungsi pokok yaitu fungsi analisis, pencatatan, historis, instruktif, dan informatif. Dalam
membuat jurnal umum maka harus berpedoman pada 5 prinsip atau pedoman dasar agar jurnal umum akurat dan teruji kebenarannya.

CONTOH SOAL
Tariyah Tailor adalah salah satu perusahaan perseorangan yang memberikan service dalam bidang pembuatan pakaian wanita dan pria, berikut ini adalah transaksi yang terjadi dalam bulan maret 2015.
Tanggal 1 maret 2015 ibu Tariyah membuka usaha pembuatan pakaian wanita dan pria dengan nama “tariyah Tailor” sebagai modal awal ibu tariyah menyetorkan uang tunai sebesar Rp 9.190.000.
Tanggal 3 Maret 2015 dilakukan pembelian peralatan untuk usahanya senilai Rp 1.212.000 yang dibayar secara tunai.
Tanggal 4 Maret 2015 dilakukan pembelian perlengkapan untuk usahanya senilai Rp 312.000 dengan cara kredit.
Tanggal 15 Maret 2015 Tariyah Tailor menerima pendapatan jasa dari pelanggan sebesar Rp 980.000
Tanggal 24 Maret 2015 Tariyah tailor membayar beban listrik, dan beban telepon dengan total sebesar Rp 121.000
Tanggal 29 Maret 2015 Tariyah tailor menerima pendapatan jasa lagi dari konsumen sebesar Rp 1.710.000
Tanggal 31 maret 2015 ibu tariyah sebagai pemilik tariyah tailor mengambil sebagian modalnya untuk kepentingan keluarganya sebesar Rp 110.000
Diminta :
Setelah anda memahami beberapa transaksi yang terjadi dalam Tariyah tailor diatas selanjutnya buatlah jurnal umum untuk periode maret 2015




JAWABAN :
Tanggal
Keterangan
Ref
Debet
Kredit
01/05/2015
Kas
   Modal, Ibu Tariyah

Rp. 9.190.000

Rp. 9.190.000
03/05/2015
Peralatan
     Kas

Rp 1.212.000

Rp 1.212.000
04/03/2015
Perlengkapan
      Hutang

Rp  312.000

Rp  312.000
15/05/2015
Kas
   Pendapatan Jasa

Rp  980.000

Rp  980.000
24/05/2015
Beban Thelepon dan Listrik
     Kas

Rp  121.000

Rp  121.000
29/05/2015
Kas
    Pendapatan Jasa

Rp 1.710.000

Rp 1.710.000
31/05/2015
Prive, Ibu Tariyah
     Kas

Rp  110.000

Rp  110.000
Jumlah
Rp 13.635.000
Rp 13.635.000




Perusahaan Jasa

PERUSAHAAN JASA
A. Penjelasan perusahaan jasa.
Perusahaan jasa adalah suatu unit usaha yang kegiatannya memproduksi produk yang tidak berwujud (jasa), dengan tujuan untuk mendapatkan laba atau keuntungan. Atau perusahaan jasa dapat diartikan juga sebagai suatu perusahaan yang menjual jasa yang diproduksinya, bertujuan untuk memenuhi kebutuhan para konsumen dan mendapatkan keuntungan.
Tapi perusahaan jasa-pun memerlukan produk fisik atau yang berwujud untuk melakukan kegiatan usahanya. Misalnya seperti perusahaan transportasi umum yang menawarkan jasa transportasi kepada konsumen, maka untuk dapat melakukan kegiatan usahanya perusahaan tersebut memerlukan alat transportasi seperti bus, pesawat atau kapal laut dan alat transportasi tersebut merupakan produk yang berwujud.
Dalam membuat laporan keuangan pada perusahaan jasa terdapat 8 (delapan) langkah yang dikenal sebagai siklus akuntansi, langkah-langkah tersebut diantaranya sebagai berikut ini:
  • Transaksi keuangan.
  • Mencatat semua transaksi keuangan yang berdasarkan bukti asli dari transaksi di dalam satu periode transaksi.
  • Membuat jurnal umum, yang berdasarkan catatan dari nomer 2 tadi.
  • Membuat buku besar.
  • Membuat jurnal penyesuaian.
  • Membuat laporan keuangan, seperti laporan laba-rugi, neraca dan perubahan modal.
  • Membuat jurnal penutup.
  • Dan membuat neraca saldo.

B. Karakteristik dari jasa.
Jasa memiliki beberapa karakteristik, yang diantaranya sebagai berikut ini:
  • Tidak memiliki wujud (sifatnya abstrak dan tidak bisa dilihat).
  • Produk yang dihasilkannya tidak standar atau bervariasi (Hetereogenitas).
  • Tidak dapat dipisahkan (produk dihasilkan dan dikonsumsi secara bersama-sama).
  • Tidak dapat disimpan, karena tidak memiliki wujud.
C. Ciri-ciri perusahaan jasa.
 Ciri-ciri perusahaan jasa
Sebuah perusahaan jasa mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
a) Jasa yang dihasilkan bersifat abstrak.
Salah satu ciri penting dari perusahaan jasa adalah keabstrakan dari jasa yang dihasilkan. Namun walaupun abstrak, jasa ini bisa dirasakan manfaatnya oleh para konsumen. Contoh: Jasa seorang dokter.

b) Jasa yang diberikan tidak seragam
Dalam pelayanan jasa masing-masing konsumen bisa memperoleh jenis pelayanan yang berbeda antara dengan yang lain. Misalnya dalam suatu bengkel, teknisi bengkel akan memperbaiki mobil di mana ditemukan kerusakan. Bila mobil Amir yang rusak adalah bagian kemudi maka bagian yang diperbaiki, bila mobil Banu rusak di bagian kopling maka bagian koplinglah mobil Banu di perbaiki.

c) jasa yang dihasilkan tidak dapat disimpan
Berbeda dengan barang yang apabila dalam penggunaannya masih tersisi maka sisanya akan bisa disimpan untuk dapat digunakan di masa yang akan datang, sedangkan jasa tidak dapat disimpan. Sekali dibeli maka akan segera habis penggunaannya, tapi tidak bisa disimpan untuk penggunaan berikutnya. Contoh tiket kereta api, sekali dibeli maka harus diperbaiki, jika tidak dipakai pada tanggal yang tercantum, maka tiket tersebut tidak berlaku lagi.

Laporan Keuangan Perusahaan Jasa.

Sebagai pemilik sebuah usaha jasa tailor, Karina tentu menginginkan informasi tentang kondisi keuangan usahanya. Berapa jumlah aset yang dimilikinya, berapa besar penghasilan atau laba yang diperolehnya dan berapa jumlah utang yang menjadi kewajibannya. Untuk mengetahuinya, maka disusun sebuah laporan keuangan perusahaan jasa.
1. Unsur-unsur dalam laporan keuangan.
Adapun unsur-unsur dalam laporan keuangan perusahaan jasa penyusun laporan keuangan adalah sebagai berikut:
a) Neraca
Neraca sebagai laporan yang berkaitan langsung dengan pengukuran posisi keuangan perusahaan. Neraca mempunyai unsur-unsur penyusun sebagai berikut:
1) Aktiva adalah sumber daya ekonomi yang dimiliki perusahaan, yang timbul dari peristiwa masa lalu dan akan memberikan manfaat ekonomi di masa yang akan datang. Dalam neraca, sebagian besar aktiva perusahaan akan disusun urut berdasar tingkat kelancaran atau likuiditasnya, kecuali untuk aktiva tetap yang disusun urut berdasarkan tingkat kekekalan. Kelancaran (likuiditas) adalah kecepatan perputaran aktiva untuk habis digunakan atau untuk berubah menjadi bentuk kas. Semakin cepat berubah menjadi bentuk kas atau habis dipakai maka aktiva tersebut dikatakan semakin lancar.

Berdasarkan hal tersebut maka unsur-unsur aktiva dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
(a) Aktiva lancar (current assets)
Aktiva lancar adalah aktiva yang akan habis digunakan atau berubah bentuk menjadi kas dalam waktu kurang dari satu tahun. Contoh aktia lancar adalah kas, persediaan perlengkapan.
(b) Investasi jangka panjang
Investasi jangka panjang adalah sumber ekonomis yang dimiliki oleh perusahaan dengan tujuan bukan untuk digunakan dalam kegiatan operasional perusahaan, namun mempunyai tujuan lain seperti membeli saham untuk mengakuisisi (membeli) perusahaan lain dan sebagainya.
(c) Aktiva tetap
Hampir sama dengan aktiva lancar, namun aktiva tetap periodenya lebih panjang yakni lebih dari satu tahun. Untuk bisa dikategorikan ke dalam aktiva tetap, suatu aktiva harus mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
(1) aktiva tersebut dibeli dengan maksud untuk dipakai dalam kegiatan operasi perusahaan.
(2) Mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun.
Contoh aktiva tetap adalah kendaraan, mesin-mesin produksi bangunan dan sebagainya.

(d) AKtiva tidak berwujud
Aktiva tidak berwujud adalah aktiva yang melekat pada perusahaan secara keseluruhan dan tidak dapat diidentifikasi secara fisik namun dirasakan manfaatnya bagi perusahaan. Contoh: merek, hak cipta, goodwill dan sebagainya. Merek tidak bisa diidentifikasi, misalnya konsumen akan cenderung memilih produk tertentu dengan cara melihat merek. Karena aktiva tetap tidak berwujud ini merupakan aset perusahaan, maka harus dilindungi keberadaannya dari pihak-pihak yang menirunya. 

(e) Aktiva lain-lain
Aktiva lain-lain adalah aktiva yang tidak memenuhi klasifikasi-klasifikasi di atas. Adapun contohnya adalah peralatan msein yang masih mempunyai umur ekonomis namun kondisinya telah rusak, dana jaminan dan sebagainya.

2) Kewajiban
Kewajiban adalah utang perusahaan saat ini yang timbul sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan akan dibayar oleh perusahaan di masa yang akan datang dengan sumber daya ekonomi yang ada. Kewajiban ini sering juga disebut utang.

Penyajian kewajiban di dalam neraca akan diurutkan dari yang palin cepat tanggal jatuh tempo atau tanggal pembayarannya. Kewajiban dibagi menjadi:
(a) Kewajiban jangka pendek
Kewajiban jangka pendek adalah kewajiban perusahaan yang akan dibayar atau dilunasi dalam jangka waktu satu tahun atau kurang dengan sumber daya ekonomis yang ada. Contoh kewajiban jangka pendek adalah sumber utang dagang.

(b) Kewajiban Jangka Panjang
Kewajiban jangka panjang adalah kewajiban yang harus dibayar dalam kurun waktu lebih dari satu tahun. Adapun contoh kewajiban jangka panjang adalah utang obligasi.

3) Ekuitas
Ekuitas dapat diartikan sebagai hak residual atau sisa atas aktiva perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban. Jika diformulasikan dalam sebuah rumus menjadi sebagai berikut:

Ekuitas= Aktiva- Kewajiban

Dalam neraca, ekuitas disajikan secara urut berdasarkan tingkat kekekalannya. Semakin kekal (tidak berubah-ubah) maka akan ditempatkan pada urutan paling awal, demikian seterusnya ke bawah.  Ekuitas sering juga disebut modal.

Adapaun elemen penyusun ekuitas sebagai berikut:
(a) Modal
Modal adalah penyerahan kas atau aktiva bentuk lain sebagai penyertaan seseorang pada suatu perusahaan. Sebagai gantinya, jika perusahaan berbentuk perseorangan terbatas maka perusahaan akan memberikan lembar saham sebagai bukti kepemilikan seseorang terhadap perusahaan. Modal perusahaan akan terbagi-bagi ke dalam lembar saham. Banyak sedikitnya saham tergantung dari besar kecilnya modal perusahaan dan juga besar kecilnya nilai nominal (nilai yang tertera dalam lembar saham). Namun jika perusahaan adalah perusahaan perseorangan maka cukup dicatat dalam jurnal saja.

(b) Agio Saham
Ketika suatu perusahaan go public (sahamnya dijual kepada masyarakat luas dan terdaftar di bursa efek) maka harga saham perusahaan akan berfluktuasi mengikuti pergerakan harga pasar di bursa efek. Bila harga saham lebih besar dari nominal maka kelebihan ini dinamakan agio, sedangkan bila harga saham lebih kecil dari nilai nominal maka selisih kurang ini disebut disagio. Penilaian penentuan agio/disagio dilakukan setiap hari akhir periode tertentu.

(c) Laba ditahan
Laba ditahan adalah bagian laba yang tidak dibagikan kepada pemilik. Laba diperoleh dari penghasilan dikurangi dengan biaya. 

Selain itu di dalam bagian lab yang tidak dibagikan kepada pemilik. Laba diperoleh dari penghasilan dikurangi dengan biaya.

Selain itu didalam neraca dikenal beberapa akun lawan. Akun lawan ini berfungsi sebagai penyesuai dari jumlah yang seharusnya disajikan, sebagai contoh cadangan kerugian piutang.

b) Laporan Laba rugi
Laporan laba rugi merupakan laporan yang berkaitan dengan pengukuran kinerja perusahaan selama kurun waktu tertentu.
Adapun unsur-unsur penyusun laporan laba rugi sebagai berikut.
1) Penghasilan
Penghasilan adalah kenaikan manfaat ekonomis atau dalam bentuk aliran kas masuk yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari tambahan modal, selama periode tertentu. Kenaikan manfaat ekonomi bisa diperoleh dengan cara penjualan barang/jasa, pendapatan bunga, keuntungan penjualan aktiva tetap dan sebagainya.

Unsur-unsur penghasilan meliputi pendapatan, keuntungan dan pendapatan lain-lain.

(a) Pendapatan
Pendapatan adalah kenaikan manfaat ekonomis yang timbul dari kegiatan operasional utama perusahaan. Pengertian kegiatan operasional utama perusahaan adalah kegiatan dimana perusahaan tersebut fokus berkecimpung. Sebagai contoh, jika perusahaan tersebut adalah jual/beli barang dagang, sehingga pendapatan perusahaan berasal dari penjualan barang dagang, bukan dari penjualan aktiva tetapnya.

(b) Keuntungan
Keuntungan adalah manfaat ekonomis yang timbul atau tidak timbul dalam pelaksanaan aktivitas perusahaan. Sebagai contoh, keuntungan dari penjualan aktiva tetap. Penjualan aktiva tetap tidak terjadi setiap periode, dan tidak setiap penjualan aktiva tetap perusahaan mendapatkan keuntungan, dan kegiatan utama perusahaan bukan jual atau beli aktiva tetap, sehingga laba penjualan aktiva tetap ini dimasukkan dalam kategori keuntungan.

(c) Pendapatan Lain-lain.
Pendapatan lain-lain adlaah wadah untuk menampung penghasilan yang tidak masuk dalam kedua kategori diatas. Sebagai contoh pendapatan bunga bagi perusahaan yang mempunyai rekening di bank.

2) Biaya 
Biaya adalah penurunan atau perubahan manfaat ekonomis yang timbul dalam pelaksanaan aktivitas perusahaan, selama periode tertentu. Perubahan manfaat ekonomis bisa diakibatkan dari pembelian barang atau jasa, sedangkan penurunan manfaat disebabkan oleh pemakaian dalam kegiatan operasional perusahaan bencana alam dan sebagainya.

Unsur-unsur biaya meliputi biaya, beban, dan kerugian
(a) Biaya
Biaya adalah perubahan manfaat ekonomis yang timbul dari kegiatan operasional utma perusahaan. Sebgai contoh, jika perusahaan tersebut adalah perusahaan manufaktur maka kegiatan utama perusahaan adalah mengubah bahan baku menjadi bahan jadi kemudian menjualnya kepada konsumen, sehingga biaya merupakan kumpulan dari pengeluaran untuk membeli bahan baku, membayar upah buruh dan pengeluaran lainnya dalam rangka memproses bahan baku menjadi produk jadi. Sebagai contohnya, adalah biaya bahan baku.

(b) Beban
Beban adalah pengorbanan sumber daya ekonomis untuk memperoleh penghasilan. Dalam laporan keuangan, beban adalah faktor pengurang penghasilan. Sebagai contoh gaji wiraniaga, beban penyusutan gedung, dan sebagainya.

(c) Kerugian
Kerugian adalah berkurangnya manfaat ekonomis yang mungkin timbul atau tidak timbul dalam pelaksanaan aktivitas perusahaan. Sebagai contoh kerugian sebagai akibat dari adanya kebakaran, bencana alam, banjir dan sebagainya.

Dari beberapa penjelasan diatas dapat disimpulkan, perusahaan jasa merupakan perusahaan yang memiliki kegiatan memproduksi dan menyediakan berbagai macam pelayanan misalnya seperti keamanan, kemudahan dan lain-lain kepada konsumen yang membutuhkannya. Maka perusahaan jasa memiliki ciri-ciri sebagai berikut ini:
  • Pendapatan berasal dari penjualan jasa.
  • Dalam proses memproduksi jasa, bisa atau tidak memerlukan bantuan dari produk fisik.
  • Jasa yang diberikan tidak sama, jadi masing-masing konsumen dapat memperoleh jenis pelayanan yang berbeda dengan konsumen lainnya.
  • Tidak memiliki persedian produk dalam bentuk fisik, karena Produk yang dijual merupakan produk yang tidak berwujud (jasa). Jadi produk yang dihasilkan tidak dapat dilihat akan tetapi manfaatnya dapat dirasakan.
  • Biasanya tingkatan harganya memiliiki sifat yang tidak mutlak, sebab murah atau mahalnya harga yang ditetapkan oleh perusahaan tergantung tingkat kebutuhan konsumen.
  • Jasa yang dihasilkan tidak bisa disimpan, jadi sekali dibeli maka penggunaanya akan langsung habis.
D. Contoh perusahaan jasa yang ada di Indonesia.
Beberapa contoh perusahaan jasa di Indonesia pada saat ini, diantaranya sebagai berikut ini:
Yang bergerak di bidang transportasi, infatruktur dan utilitas misalnya: Indosat Tbk, Garuda Indonesia Tbk, Telekomunikasi indonesia Tbk, Jasa marga Tbk, dan lain-lain.
Yang bergerak di bidang keuangan, misalnya: Bank Central Asia Tbk, Bank Mandiri Tbk, Bank Danamon Indonesia Tbk, Bank Rakyat Indonesia Tbk, dan lain-lain.