Minggu, 19 Juni 2016

Struktur Laporan Keuangan

STRUKTUR LAPORAN KEUAGAN


A. Struktur Laporan Keuangan
1. PENGERTIAN ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
Analisis laporan keuangan ( Financial statement Analysis ) adalah hubungan antara suatu angka dalam laporan keuangan dengan angka lain yang mempunyai makna atau dapat menjelaskan arah perubahan suatu fenomena (Soemarso,1999:430). Angka-angka dalam laporan keuangan akan sedikit artinya bila dilihat secara sendiri-sendiri. Pemakai laporan keuangan akan lebih mudah menginterpretasikanya bila dilakukan analisis.
Laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting untuk memperoleh informasi sehubungan dengan posisi keuangan dan hasil-hasil yang telah dicapai oleh perusahaan. Data keuangan dalam laporan keuangan akan lebih berarti apabila dianalisis lebih lanjut sehingga dapat diperoleh informasi yang akan dapat mendukung keputusan yang akan diambil. Analisis laporan keuangan merupakan analisis yang dilakukan terhadap berbagai macam informasi yang disajikan dalam laporan keuangan. Analisis laporan keuangan banyak digunakan oleh berbagai pihak yang berkepentingan terhadap masalah-masalah keuangan. Setiap pengguna laporan harus mengidentifikasi informasi yang harus dipilih untuk dianalisis, teknik analisis yang tepat, ruang lingkup, kedalaman analisis dengan menggunakan pertimbangan yang cermat agar dapat memperoleh informasi yang diinginkan untuk mendukung keputusan-keputusan yang diambilnya.



2. KOMPONEN LAPORAN KEUANGAN
Laporan keuangan yang dikeluarkan oleh perusahaan biasanya terdiri:
1. Neraca: laporan yang sistematis tentang aktiva, hutang, modal dari suatu perusahaan pada suatu saat tertentu menunjukkan posisi keuangan (aktiva, utang dan modal) pada saat tertentu. Tujuan neraca adalah menunjukkan posisi keuangan suatu perusahaan pada suatu tanggal tertentu, biasanya pada waktu di mana buku-buku ditutup dan ditentukan sisanya pada suatu akhir tahun fiskal atau tahun kalender (misalnya pada tanggal 31 Desember 200x).
2. Laporan laba rugi: suatu laporan yang menunjukkan pendapatan dari penjualan, berbagai biaya, dan laba yang diperoleh oleh perusahaan selama periode tertentu.
3. Laporan saldo laba: menunjukkan perubahan laba ditahan selama periode tertentu.
4. Laporan arus kas: Menujukkan arus kas selama periode tertentu.
5. Catatan atas laporan keuangan: berisi rincian neraca dan laporan laba rugi, kebijakan akuntansi, dan lain sebagainya.
Sedangkan komponen laporan keuangan Pemerintah setidak-tidaknya terdiri dari:
1. Laporan Realisasi Anggaran
2. Laporan Arus Kas
3. Neraca
4. Catatan atas laporan keuangan
Laporan Realisasi Anggaran sering juga disebut laporan operasional merupakan laporan yang menyajikan informasi mengenai sumber, alokasi, dan penggunaan sumber daya ekonomi yang dikelola pemerintah yang menggambarkan perbandingan antara anggaran pendapatan, belanja, dan pembiayaan dengan realisasinya dalam satu periode pelaporan.
Laporan Arus Kas merupakan laporan yang menyajikan informasi mengenai sumber, penggunaaan, perubahan kas dan setara kas selama satu periode akuntansi dan saldo kas dan setara kas pada tanggal pelaporan. Arus masuk dan keluar kas diklasifikasikan berdasarkan aktivitas operasi, investasi aset nonkeuangan, pembiayaan, dan nonanggaran. Neraca merupakan laporan yang menggambarkan posisi keuangan suatu entitas pelaporan mengenai aset, kewajiban, dan ekuitas dana pada tanggal tertentu.
Setiap komponen laporan keuangan hendaknya tidak dianalisis secara parsial. Komponen-komponen laporan tersebut merupakan satu kesatuan yang harus dianalisis secara bersama-sama. Terdapat hubungan antara pos yang satu dengan pos yang lainnya dalam laporan keuangan sehingga untuk memperoleh gambaran informasi yang utuh, pos-pos terkait dianalisis secara terintegrasi.
Laporan keuangan merupakan hasil rekaman transaksi keuangan dari peristiwa masa lalu. Laporan keuangan berarti menyajikan data hisitoris pemerintah yang bersangkutan. Berbagai pihak yang berkepentingan pada umumnya tidakhanya membutuhkan informasi masa lalu tetapi mereka menggunakannya untuk mencaritahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Oleh karena itu teknik dan tingkat kedalaman analisis disesuaikan dengan kebutuhan

3. PENGGUNA LAPORAN KEUANGAN
Pihak-pihak yang menggunakan informasi keuangan dari laporan keuangan terdiri dari pihak intern dan pihak ekstern. Secara keseluruhan pengguna laporan keuangan terdiri dari:
1. Pihak manajemen: untuk mengevaluasi kinerja perusahaan, kompensasi pengembangan karier.
2. Pemegang saham: untuk mengetahui kinerja perusahaan, pendapatan, keamanan investasi.
3. Karyawan: Penghasilan yang memadai, kualitas hidup, keamanan kerja
4. Kreditor dan investor: untuk mengetahui kemampuan perusahaan melunasi utang beserta bunganya.
5. Pemerintah: pajak, persetujuan untuk go public.
Setiap pemakai bisa mempunyai kepentingan yang berlainan. Oleh karena itu, mereka harus memahami informasi yang disajikan dalam laporan dan menganalisis dengan teknik yang tepat sehingga dapat memenuhi kebutuhannya Masyarakat pada umumnya ingin mengetahui panggunaan sumber daya ekonomi yang dipungut dari masyarakat selama tahun berjalan berikut kinerja atau hasil-hasil yang dicapainya.
Investor/kreditor pada umumnya berkepentingan untuk melihat apakah perusahaan mampu mengembalikan pinjaman/investasi berikut kemampuan untuk membayar beban bunganya secara tepat waktu. Manajemen perusahaan berkepentingan terhadap informasi keuangan untuk perencanaan, pengorganisasian dan pengendalian kegiatan operasional pemerintahan. Hal ini sangat penting bagi pemerintah agar dapat mengalokasikan dan menggunakan anggaran yang tersedia untuk mencapai output/outcome secara efisien dan efektif.

4. ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
Laporan Keuangan memuat informasi yang relevan mengenai posisi keuangan dan seluruh transaksi yang dilakukan oleh suatu entitas pelaporan selama satu periode pelaporan. Laporan keuangan terutama digunakan untuk membandingkan realisasi pendapatan,belanja, transfer, dan pembiayaan dengan anggaran yang ditetapkan, menilai kondisi keuangan, mengevaluasi efektifitas dan efisiensi suatu entitas pelaporan, dan membantu menentukan ketaatannya terhadap peraturan perundangan.
Kewajiban untuk menyampaikan laporan keuangan diperlukan mengingat setiap entitas pelaporan menggunakan sumber dana/anggaran yang berasal dari investor dan perlu dipertanggungjawabkan capaian kegiatannya. Oleh karenanya laporan keuangan yang disusun oleh suatu entitas diperlukan untuk keperluan:
1. Akuntabilitas, yaitu untuk mempertanggungjawabkan pengelolaan sumber daya serta pelaksanaan kegiatan secara periodik.
2. Manajemen, yaitu membantu para pengguna mengevaluasi pelaksanaan kegiatan sehingga memudahkan fungsi perencanaan, pengelolaan dan pengendalian atas seluruh aset, kewajiban dan ekuitas dana.
3. Transparansi, yaitu memberikan informasi keuangan yang terbuka dan jujur kepada masyarakat.
4. Keseimbangan antar generasi (intergenerational equity), membantu para pengguna untuk mengetahui kecukupan penerimaan pemerintah untuk membiayai seluruh pengeluaran yang dialokasikan.
Proses analisis laporan keuangan diperlukan dalam pencapaian keperluan tersebut sehingga didapatkan suatu penilaian yang obyektif dan terukur mengenai penggunaan anggaran dan kinerja yang berhasil dicapai oleh suatu entitas. Analisis juga diperlukan bagi perbaikan rencana penganggaran di masa yang akan datang, sebagaimana tergambar dalam diagram berikut ini.


5. TUJUAN PELAPORAN KEUANGAN
Tujuan utama laporan keuangan adalah menyediakan informasi keuangan mengenai suatu badan usaha kepada pihak-pihak berkepentingan. Informasi tersebut digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan ekonomi.
Akuntansi keuangan biasanya lebih menitikberatkan pada penyediaan informasi kepada pihak-pihak diluar perusahaan. Pihak-pihak ini tidak dapat secara bebas memperoleh informasi yang diperlukan dari badan usaha yang bersangkutan. Mereka terpaksa harus menggunakan informasi yang disediakan pihak manajemen perusahaan. Identifikasi pemakai laporan keuangan diperlukan untuk pengambil keputusan dominan, mengingat banyaknya pihak-pihak ekstern yang masing-masing memiliki kepentingan yang berbeda.
Informasi keuangan yang dihasilkan akuntansi keuangan tidak terbatas pada laporan keuangan saja. Tetapi termasuk juga informasi-informasi lain, baik yang bersifat keuangan maupun tidak. Semua informasi yang dihasilkan suatu sistem akuntansi disebut informasi akuntansi. Walaupun diharapkan bermanfaat dalam pengambilan keputusan ekonomi, namun informasi keuangan bukan satu-satunya informasi yang diperlukan. Pengambilan keputusan ekonomi dipengaruhi banyak faktor, misalnya keadaan ekonomi, politik dan prospek industri.
Secara khusus Prinsip Akuntansi Indonesia menyebutkan tujuan laporan keuangan berikut ini:
1. Memberikan informasi keuangan yang dapat dipercaya mengenai aktiva, kewajiban dan modal suatu perusahaan.
2. Memberikan informasi keuangan yang dapat dipercaya mengenai perubahan aktiva netto (aktiva dikurangi kewajiban) suatu perusahaan yang timbul dari kegiatan usaha dalam rangka memperoleh laba.
3. Memberikan informasi keuangan yang memebantu para pemakai laporan keuangan dalam menaksir potensi perusahaan menghasilkan laba.
4. Memberikan informasi penting lainya mengenai perubahan aktiva dan kewajiban sutu perusahaan seperti informasi mengenai aktivitas pembiayaan dan investasi.
5. Untuk mengungkapakan sejauh mungkin informasi lain yang berhubungan dengan laporan keuangan yang relevan untuk kebutuhan pemakai laporan keuangan, seperti informasi mengenai kebijakan akuntansi yang dianut perusahaan.





6. KARAKTERISTIK KUALITATIF LAPORAN KEUANGAN
Karakteristik kualitatif laporan keuangan adalah ukuran-ukuran normatif yang perlu diwujudkan dalam informasi akuntansi sehingga dapat memenuhi tujuannya, yang meliputi:
a) Relevan, yaitu informasi yang termuat di dalamnya dapat mempengaruhi keputusan pengguna dengan membantu mereka mengevaluasi peristiwa masa lalu atau masa kini, dan memprediksi masa depan, serta menegaskan atau mengoreksi hasil evaluasi mereka di masa lalu. Informasi yang relevan haruslahmemenuhi unsure-unsur memiliki manfaat umpan balik (feedback value),memiliki manfaat prediktif (predictive value), tepat waktu dan lengkap.
b) Andal, yaitu informasi dalam laporan keuangan bebas dari pengertian yang menyesatkan dan kesalahan material, menyajikan setiap fakta secara jujur, serta dapat diverifikasi. Informasi yang andal haruslah memiliki karakteristik penyajian jujur, dapat diverifikasi (verifiability), dan netral.
c) Dapat dibandingkan, yang berarti informasi yang termuat dalam laporan keuangan dapat dibandingkan dengan laporan keuangan periode sebelumnya.
d) Dapat dipahami, yang berarti laporan keuangan disajikan dalam bentuk serta istilah yang disesuaikan dengan batas pemahaman para pengguna.

7. PRINSIP AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN
Prinsip akuntansi merupakan pedoman umum yang digunakan dalam praktek akuntansi. Prinsip akuntansi dikembangkan atas dasar logika pemikiran dalam kerangka teori.
Penyusunan laporan keuangan harus mengikuti prinsip-prinsip akuntansi dan pelaporan keuangan agar dapat ditaati dan dipahami para pembuat standar akuntansi pemerintahan, penyelenggara akuntansi dan pelaporan keuangan, dan para pengguna laporannya.
Prinsip-prinsip tersebut terdiri atas:
a. Realisasi, yang berarti pendapatan yang tersedia yang telah diotorisasikan melalui anggaran pemerintah selama satu tahun fiskal akan digunakan untuk membayar hutang dan belanja dalam periode tersebut.
b. Substansi mengungguli bentuk (substance over form), yang berarti transaksi atau peristiwa lain yang ditampilkan dalam laporan keuangan dicatat dan disajikan sesuai dengan substansi dan realitas ekonomi, dan bukan hanya aspek formalitasnya.
c. Periodisitas (periodicity), yang berarti kegiatan akuntansi dan pelaporan keuangan dibagi dalam periode-periode pelaporan sehingga kinerja entitas dapat diukur dan posisi sumber daya yang dimilikinya dapat ditentukan.
d. Konsistensi (consistency), yaitu perlakuan akuntansi yang sama diterapkan pada kejadian yang serupa dari period ke periode oleh entitas pelaporan.
e. Pengungkapan lengkap (full disclosure), yaitu menyajikan secara lengkap informasi yang dibutuhkan oleh pengguna.
f. Penyajian wajar (fair presentation).

8. SIFAT DAN KETERBATASAN LAPORAN KEUANGAN
Harus diakui bahwa informasi yang disajikan dalam laporan keuangan pastilah memiliki kekurangan. Kekurangan tersebut dikarenakan adanya keterbatasan dalam menyajikan informasi keuangan yang relevan dan andal. Kendala laporan keuangan dapat diartikan sebagai keadaan yang tidak memungkinkan terwujudnya kondisi yang ideal dalam mewujudkan informasi akuntansi dan laporan keuangan yang relevan dan andal. Secara umum setiap laporan keuangan memiliki sifat dan keterbatasan, yaitu:
1. Laporan keuangan bersifat historis, yaitu merupakan laporan atas kejadian yang telah lewat.
2. Laporan keuangan bersifat umum dan bukan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pihak tertentu.
3. Proses penyusunan laporan tidak lepas dari penggunaan taksiran dan pertimbangan.
4. Adanya berbagai alternatif metode akuntansi yang digunakan menimbulkan variasi dalam pengukuran.
9. TEKNIK STRUKTUR LAPORAN KEUANGAN
Teknik analisis laporan keuangan terdiri dari:
1. Struktur Laporan keuangan Horizontal
2. Struktur Laporan keuangan Vertikal

Kesimpulan
Laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting untuk memperoleh informasi sehubungan dengan posisi keuangan dan hasil-hasil yang telah dicapai oleh kementerian/lembaga negara bersangkutan. Data keuangan dalam laporan keuangan akan lebih berarti apabila dianalisis lebih lanjut sehingga dapat diperoleh informasi yang akan dapat mendukung keputusan yang akan diambil. Dengan demikian, analisis laporan keuangan merupakan analisis yang dilakukan terhadap berbagai macam informasi yang disajikan dalam laporan keuangan. Analisis laporan keuangan banyak digunakan oleh berbagai pihak yang berkepentingan terhadap masalah-masalah keuangan pemerintah.

Erna Wulandari ( 3351405086)



B. Struktur Laporan Keuangan Horisontal
Struktur analisis horisontal (horizontal analysis) pada umumnya menunjukkan arah perubahan (trend) dari suatu pos laporan keuangan tertentu (Soemarso, 1999: 432). Analisis ini merupakan prosentase yang membandingkan suatu pos laporan keuangan dengan pos sama laporan keuangan sebelumnya. Analisis dengan cara membandingkan neraca atau laporan realisasi anggaran beberapa tahun terakhir secara berurutan. Analisis ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran mengenai perubahan-perubahan yang terjadi baik dalam neraca maupun laba rugi, apakah mengalami kenaikan atau penurunan. Apabila metode ini dilakukan untuk suatu jangka waktu yang cukup panjang dan menitikberatkan pada arah perkembangannya, maka analisis seperti ini disebut analisis tren.
Teknik analisis laporan keuangan yang dilakukan dengan cara menyajikan laporan keuangan secara horisontal dan membandingkan antara satu dengan yang lain, dengan menunjukkan informasi keuangan atau data lainnya baik dalam rupiah atau dalam unit, ini disebut juga analisis perbandingan (Harahap, 2004:227).
Tujuan analisis perbandingan menurut Harahap (2004: 228), adalah untuk mengetahui perubahan-perubahan berupa kenaikan atau penurunan pos-pos laporan keuangan atau data lainnya dalam dua atau lebih periode yang dibandingkan. Perbandingan dapat juga dilakukan antara laporan yang sudah dikonversikan ke angka indeks atau laporan bentuk common size bentuk awam.
Menurut Prastowo (2000: 48), menyebutkan bahwa analisis tren merupakan salah satu teknik analisis laporan keuangan yang termasuk metode analisis horizontal. Analisis tren dilakukan untuk melihat struktur keuangan baik dari daftar Neraca dan Laba Rugi. Untuk melihat struktur laporan keuangan ini maka laporan keuangan dikonversikan ke bentuk persentase dengan mengaitkan dengan pos penting. Pos penting itu misalnya Penjualan untuk Laba Rugi dan pos Total Aktiva untuk Neraca.
Sesuai dengan uraian tersebut, maka objek Analisis Tren adalah:
1. Laba Rugi bentuk Tren
Struktur Laba Rugi dapat menunjukkan persentase pos tertentu dari pos utama. Misalnya persentase laba bersih dari penjualan, persentase laba kotor atas penjualan, biaya operasi, dan sebagainya. Dengan melihat persentase ini kita dapat mengetahui struktur Laba Rugi perusahaan dan juga bisa dibandingkan dengan struktur perusahaan lain yang sejenis atau rasio rata-rata industri.
2. Neraca bentuk Tren
Struktur Neraca dapat melihat persentase pos tertentu dengan pos tertentu dengan pos utama lainnya, misalnya persentase aktiva lancar dengan total aktiva, aktiva tetap, aktiva lain, utang lancar, utang jangka panjang, modal, dan sebagainya.
Sebagai contoh cara perbandingan dengan analisis horizontal adalah sebagai berikut:
Penjualan pada tahun 2005 : Rp. 310.000,00
Penjualan pada tahun 2006 : Rp. 330.000,00
Maka perbandingan perubahan penjualan adalah 6,45

Kesimpulan
Analisis ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran mengenai perubahan-perubahan yang terjadi baik dalam neraca maupun laba rugi, apakah mengalami kenaikan atau penurunan. Apabila metode ini dilakukan untuk suatu jangka waktu yang cukup panjang dan menitikberatkan pada arah perkembangannya
Dewi Marina Purbasari (3351405001)

C. ANALISIS LAPORAN KEUANGAN VERTIKAL
Analisis vertikal (vertical analysis) terkonsentrasi pada hubungan-hubungan diantara berbagai pos keuangan pada laporan keuangan tertentu. Untuk memperlihatkan hubungan ini, setiap pos laporan keuangan dinyatakan sebagai suatu persentase dari suatu pos dasar yang juga terdapat pada laporan tersebut. Laporan persentase-persentase yang dihasilkan disebut laporan ukuran bersama (common-size statement) (Henry Simamora, 1999). Sedangkan menurut John J Wild (2005), analisis vertikal merupakan suatu prosedur pembandingan antara satu pos terhadap pos lainnya dalam laporan keuangan dengan cara mengevaluasi pos dari atas ke bawah (atau bawah ke atas) dalam laporan common-size.
Laporan-laporan ukuran bersama (common-size statement) kerap dipakai untuk membuat perbandingan-perbandingan diantara perusahaan-perusahaan. Laporan-laporan ini memungkinkan analisis membandingkan karakteristik-karakteristik operasi dan pendanaan dari kedua perusahaan dari ukuran yang berbeda dari industri yang sama.
Menurut John J. Wild et. Al. (2005), analisis laporan keuangan common-size statement berguna dalam memahami pembentuk internal laporan keuangan. Sebagai contoh, dalam analisis neraca, analisis common-size menekankan pada dua faktor:
1. Sumber pendanaan- termasuk distribusi pendanaan antara kewajiban lancar, kewajiban tak lancar, dan ekuitas.
2. Komposisi aktiva-termasuk jumlah untuk masing-masing aktiva lancar dan aktiva tak lancar.
Analisis vertikal berfaedah untuk membandingkan arti penting komponen-komponen spesifik dalam kegiatan sebuah perusahaan. Analisis ini dapat pula digunakan dalam laporan-laporan ukuran bersama komparatif dalam rangka mengidentifikasi perubahan-perubahan penting dalam komponen-komponen dari satu tahun ke tahun berikutnya.

Analisis vertikal ada 2, yaitu:
1. Analisis Vertikal Laporan Laba Rugi
Analisis vertikal laporan laba rugi memeriksa hubungan-hubungan dari setiap pos dengan laba bersih. Pada umumnya, laba bersih dijadikan 100 persen. Analisis ini mengungkapkan apakah pos pendapatan atau beban tertentu menyimpang dalam hubungannya dengan laba bersih. Analisis ini juga memberikan petunjuk perihal potensi kekuatan dan kelemahan perusahaan dalam mengendalikan biaya-biaya dan mencapai sasaran profitabilitasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar